Sejarah Penyimpangan Manusia dari Jalan yang Benar

September 30, 2007

Sejarah Penyimpangan Manusia dari Jalan Yang Benar 1.   Manusia diberi Amanat oleh Allah      Allah menciptakan manusia dalam kehidupan ini dengan tujuan tertentu. Tujuan, tugas, dan amanat itu sedemikian besar sehingga langit, bumi, dan gunung-gunung tidak berani memikulnya. Firman Allah”Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” Al Ahzab : 72 Sesungguhnya amanat berat yang dipikul manusia itu tidak lain adalah sebagai khlaifah di bumi dan Allah menjadikannya agar bertanggung jawab dengan kekhalifahannya itu. Ibnu Katsir memahami bahwa khalifah adalah orang yang memutuskan perselisihan di antara umat manusia dan mencegah melakukan perbuatan haram dan dosa. Firman Allah”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” Al Baqarah : 30 2.   Syarat kekhalifahan di Bumi      Kekhalifahan manusia di Bumi mempunyai syarat tertentu yaitu selalu iltizam (berkomitmen) dengan ketaatannya kepada Allah. Oleh karena itu masalah khilafah manusia di muka bumi ini adalah masalah ibadah manusia kepada Allah. Firman Allah      “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” Adz Dzariyat : 56 3.   Perjanjian Fitrah      Allah sesungguhnya memahami betapa beratnya amanat yang ditanggung manusia sedangkan manusia adalah mahluk yang lema. Oleh karena itu Allah menciptakan manusia dengan tabiat untuk mengenal Tuhannya dan mentauhidkan-Nya.Firman Allah      ”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan). Atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?” Al A’raaf : 172-173   4.   Rahmat Allah: Allah tidak menyiksa hamba-Nya sebelum ditegakkannya hujjah risalah      Allah tidak akan menyiksa hamba-Nya kecuali setelah datangnya hujjah yang berupa risalah. Allah Berfirman      ”…dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”           Al Israa’ : 15      Maka Allah mengutus para Rasul-Nya secara berkesinambungan untuk mengingatkan manusia akan amanat mereka. Allah berfirman      ” (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”    An Nisa’ : 165      Jumhur ulama salaf dan khalaf berpendapat bahwa syirik yang mereka lakukan sebelum datangnya rasul adalah sesuatu yang buruk namun mereka tidak patut disiksa. 5.   Kerusakan Fitrah      Ketika fitrah mayoritas manusia sudah rusak dan ketika manusia menjadi mahluk yang paling banyak membantah (Al Kahfi : 54) maka manusia tidak dapat lagi membedakan antara yang hak dengan yang batil. Allah berfirman      ”…Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”     Al Kahfi : 17      Padahal Allah mengutus seorang Rasul pada setiap umat dengan membawa syariatnya masing-masing. Allah berfirman      ”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut…” An Nahl : 36      ”…Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang…” Al Maidah : 48      Akhirnya umat yang dahulu bersatu menjadi berpecah-belah. Allah berfirman      ”Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih…” Yunus : 19  6.   Penutup Para Nabi dan Rasul      Setelah sekian lama manusia berada dalam kesesatan maka Allah hendak memberi petunjuk dengan risalah nabi penutup yaitu Muhammad. Maka Allah memerintahkan Rasulullah untuk menjelaskan Al Quran dengan sunnahnya. Allah berfirman      ”…Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” An Nahl : 44Rasulullah tidak wafat kecuali setelah kaumnya bersatu di atas jalan yang benar. Allah berfirman”…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” Al Maidah : 3Rasulullah bersabda”Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama berpegang teguh kepada keduanya kalian tidak akan tersesat. Dua perkara itu adalah kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik)Menurut Ibnu Katsir, itulah nikmat Allah yang terbesar sehingga umat ini tidak lagui memerlukan agama lain selain Islam dan tidak memerlukan nabi lain selain Muhammad. 7.   Allah memerintahkan kaum muslimin untuk bersatu dan melarang berpecah belah      Allah berfirman      ” Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” Ali Imran : 103      ”Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat…” Ali Imran : 105 8.   Perpecahan Umat: semua masuk neraka kecuali satu      Namun, kebanyakan manusia tetap berselisih dan berpecah belah, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah. Allah berfirman      Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.”                Huud : 118-119      Rasulullah bersabda      ”Sesungguhnya pengikut kedua kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah belah menjadi 72 aliran. Dan sungguh umat (Islam) ini pun akan terpecah belah menjadi 73 aliran. Semuanya masuk neraka kecuali satu yaitu al Jama’ah.” HR. Abu Daud

      Dalam suatu riwayat disebutkan: ”Para sahabat bertanya,’Siapakah golongan yang selamat itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab yaitu orang yang mengikuti jalanku dan para sahabatku.” HR. Turmudzi

 9.   Bendera Sunnah tampak berkibar di setiap Masa      Di tengah-tengah perpecahan, Allah menakdirkan adanya orang-orang yang memelihara agama ini. Dalam surat Al Ahzab 23 disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang menepati janji.      Para sahabat Rasulullah telah melaksanakan tugas dan menunaikan amanat Allah sebaik-baiknya. Dan kemudian mewariskannya secara utuh kepada tabi’in. Lalu tugas ini dilanjutkan oleh para Imam Sunnah dan pengikutnya tanpa menghiraukan ejekan para penentang baik dari pengikut hawa nafsu, bid’ah, maupun golongan sesat. Demikianlah, ahlussunnah menerima bendera sunnah dari generasi ke generasi.       Rasulullah bersabda      ”Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tampil (membela kebenaran) hingga datang keputusan Allah kepada mereka sedang mereka dalam keadaan unggul.” HR Bukhari      Dari masa ke masa, prinsip-prinsip dan kaidah golongan yang selamat ini semakin kokoh. Berbagai sistemnya (manhaj), sumber pikiran dan ilmunya makin cemerlang. Aqidahnya terkodifikasi. Hal ini membuat posisi golongan yang selamat ini terhadap golongan lainnya bagaikan Islam terhadap agama lainnya. 10. Keutamaan Para Sahabat Rasulullah      Prinsip utama yang menjadi ciri khas golongan ini adalah sikap komitmen mereka terhadap Al Quran, Sunnah, dan Ijma’ salaf dari para sahabat, tabi’in, dan Imam-imam dari tiga generasi yang dirahmati.      Ihwal keutamaan sahabat dibanding dengan umat Muhammad lainnya tersebut dalam hadits yaitu      ”Janganlah kamu mencaci maki sahabat-sahabatku. Demi Allah yang diriku ada ditangan-Nya, seandainya salah seorang di antara kamu menginfakkan semas sebesar gunung Uhud, nilainya tidak mencapai satu mud yang diinfakkan mereka (para sahabat), bahkan setengahnya pun tidak.”      ”Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai sahabat-sahabatku. Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai sasaran sepeninggalku nanti. Barang siapa mencintai mereka karena mencintai aku maka aku mencintai mereka. Barang siapa membenci mereka karena membenci aku maka aku membenci mereka. Barang siapa menyakiti mereka, ia meyakitiku, barang siapa meyakitiku ia menyakiti Allah. Barang siapa menyakiti Allah ia akan mendapat hukuman dari Allah. Dan barang siapa dihukum Allah, ia tidak akan lolos.”      ”Barang siapa hendak menjadikan teladan, teladanilah para sahabat Rasulullah sebab mereka itu paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit takallufnya (tidak suka mengada-ngada), paling lurus petunjuknya, dan paling baik keadaannya. Mereka adalah kaum yang dipilih Allah untuk menemani nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya. Karena itu hendaklah kalian mengenali keutamaan jasa-jasa mereka dan ikutilah jejak mereka, sebab mereka senantitas berada di atas jalan (Allah) yang lurus.”

      Kita seharusnya mengikuti jejak mereka karena mereka telah menemani nabi pilihanserta mengetahui berbagai rahasia Al Quran, sebab-sebab turunnya wahyu, takwil dan tata caranya. Mereka inilah umat yang paling tahu mengenai Al Quran dan Sunnah Nabi.

 11. Cara para sahabat menerima Al Quran dan As Sunnah      Allah berfirman      …Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” An Nuur : 54      Ayat di atas menjelaskan bahwa Rasulullah telah menyampaikan secara jelas dan pasti mengenai makna-makna Al Quran dan Sunnah berikut lafazhnya. Dan kesungguhan para sahabat untuk mengkaji Al Quran dan Sunnah sangatlah besar sementara Rasulullah berada di tengah-tengah mereka. Rasulullahlah yang mengajarkan takwil-takwil, pengertian, dan makna Al Quran dan Sunnah sebagaimana Rasulullah mengajarkan lafazh-lafazhnya. Maka jelaslah dalam menafsirkan Al Quran dan Sunnah dengan benar kita wajib merujuk kepada sahabat dan generasi sesudah sahabat yang menerima warisan sahabat tanpa menyimpang dari ajaran Rasulullah. 12. Hadits-hadits tentang perpecahan umat, golongan yang benar, dan kewajiban mengikuti Jama’ah 

      Hadits tentang perpecahan umat

      Dari Auf bin Malik. Ia berkata bahwa Rasulullah bersabda      “Kaum Yahudi terpecah belah menjadi 71 golongan yang satu akan masuk surga, sedangkan yang 70 akan masuk neraka. Dan kaum Nashrani terpecah belah menjadi 72 golongan yang 71 akan masuk neraka sedangkan yang satu masuk surga. Demi Allah, yang jiwaku ada di tangan-Nya. Sesungguhnya umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Yang satu masuk surga, sedangkan yang 72 masuk neraka.“ Para sahabat bertanya, ’wahai Rasulullah, siapakah mereka (yang masuk surga) itu?’ Beliau menjawab, ’Al Jama’ah.’“ HR. Ibnu Majah, Al Lalaka’i, dan Ibnu Abi’ Ashim       Hadits tentang golongan yang membela kebenaran      Dari Al Mughirah bin syu’bah, dari Nabi saw. Beliau bersabda      ”Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tampil membela kebenaran sehingga datang keputusan Allah kepada mereka dan mereka menang.” HR. Bukhari       Hadits yang mewajibkan umat agar iltizam (komitmen) dengan Jama’ah dan mengikuti Sunnah      Dari Irbadl bin sariyah Ra. Ia berkata      “Pada suatu hari ketika usai menunaikan shalat subuh Rasulullah menasihati kami dengan kata-kata yang sangat dalam dan mengesankan hingga kami meneteskan air mataserta hati kami merasa takut. Kemudian ada seorang lelaki berkata, ’Sesungguhnya ini nasihat orang yang akan berpisah. Maka apakah yang engkau pesankan kepada kami wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab “Kupesankan kepadamu agar bertaqwa kepada Allah, mendengar dan mentaati (pemimpinmu) sekalipun dari budak Habsyi. Karena barang siapa yang masih hidup di antara kamu, ia akan banyak melihat perselisihan, jauhkanlah dirimu dari perkara yang diada-adakan (bid’ah) karena yang demikian itu adalah kesesatan. Barang siapa di antara kamu mengalami zaman seperti itu maka hendaklahberpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin. Peganglah sunnah itu erat-erat. HR. Turmudzi, Abu Daud, dan Ahmad.      Hadits Hudzaifah Ra.      Hudzaifah Ra. Berkata      “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah saw. tentang kebaikan. Sedangkan aku bertanya tentang keburukan karena khawatir hal ini akan menimpa diriku. Pertanyaanku, ’Wahai Rasulullah, kami dahulu hidup pada zaman jahilliyah yang penuh kejelekan, lalu Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah sesudah kebaikan ini akan ada kejelakan?’ Beliau menjawab, ’Ya.’ Aku bertanya lagi, ’Apakah sesudah kejelakan itu akan ada kebaikan lagi?’ Beliau menjawab, ’Ya tapi di dalamnya terdapat kotoran. Aku bertanya lagi, ’Apakah kotorannya itu?’ Beliau menjawab, ’Kaum yang memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Engkau mengenali mereka, tapi mengingkarinya. Aku bertanya lagi, ’Apakah sesudah kebaikan (yang terkena kotoran) itu akan ada kejelekan lagi?’ Beliau menjawab, ’Ya, yaitu orang-orang yang mengajak ke pintu jahanam. Barang siapa memenuhi ajakan mereka berarti ia telah dilemparkan ke neraka jahannam.’ Aku bertanya, ’Ya Rasulullah, terangkanlah kepada kami ciri-ciri mereka. Beliau menjawab, ’Kulit mereka sama dengan kulit kita, bahasa mereka juga sama dengan bahasa kita.’ Aku bertanya, ’Apakah yang engkau perintahkan jika aku mengalami zaman seperti itu?’ Beliau menjawab, ’Beriltizamlah kepada Jama’ah Muslim dan para Imam mereka.’ Aku bertanya lagi, ’Bagaimana jika mereka tidak mempunyai Jama’ah dan Imam?’ Beliau menjawab, ’Jauhilah semua golongan itu meskipun engkau harus menggigit akar pohon hingga engkau mati dalam keadaan seperti itu.’” HR. Bukhari dan Muslim       


Hello world!

Juli 16, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.